I. Pengertian ISD
Menurut Max Werber(1864-1920) :
sebagai perhatian pada masalah kehidupan manusia, kehidupan masyarakat dan berbagai prokansepsi tentang disiplin. Akibat perhatian tersebut menghasilkan berbagai refleksi pemikiran dari perjalanan atau pengalaman hidupnya, baik yang berdimensi material maupun spiritual. (Buku Ilmu Sosial Dasar Karya M.Munandar.Soelaeman )(2001)
Emile Durkheim (1858-1917):
suatu ilmu yang mempelajari fakta - fakta sosial, yaitu fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta - fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. (Buku Ilmu Sosial Dasar Karya M.Munandar.Soelaeman )(2001)
Keith Jacobs:
Menurut Jacobs ilmu sosial dasar adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas. (house,home and society)
Ilmu Sosial Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang berbagai macam masalah sosial khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat umum dengan memakai berbagai macam pengertian seperti, fakta, konsep, dan teori yang berasal dari macam macam bidang ilmu pengetahuan misalnya : ekonomi, geografi, sosiologi, sejarah, psikologi sosial dll.
II. Tujuan ISD
Setelah kita memahami pengertian ISD maka kita dapat mngetahui beberapa tujuan ISD, yaitu :
- Paham dan Sadar adanya kenyataan dan masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
- Peka dan tanggap dalam permasalahan sosial, serta berusaha menanggulanginya.
- Menyadari bahwa setiap masalah sosial masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya secara kritis.
- Memahami pola pikir para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkiblat dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
III. Ruang Lingkup ISD
Karna masalah sosial saat ini begitu kompleks dan dalam, ruang lingkup ISD meliputi:
- Individu, keluarga, dan masyarakat.
- Pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
- Pemuda dan sosialisasi.
- Masyarakat perkotaan dan pedesaan.
- Pertentangan sosial dan integrasi.
- Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemiskinan.
- Hubungan warga negara dan negara.
IV. Maraknya LGBT di Indonesia
Apa Itu LGBT?
Lesbian ialah suatu orientasi seks yang mana perempuan menyukai sesama jenis perempuan. Lalu, gay adalah sebutan untuk seorang laki-laki yang menyukai sesama laki-laki. Sementara biseksual ialah sebutan untuk seseorang yang dapat tertarik dengan laki-laki maupun perempuan. Lalu transgender ialah seseorang yang memiliki penampilan atau perilaku berkebalikan dengan jenis kelaminnya. Dalam kasus ini transgender tidak menginginkan adanya perubahan organ seksualnya. Seseorang yang menginginkan adanya perubahan organ intimnya disebut transeksual.
LBGT ini tergolong sebagai masalah kejiwaan seperti yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek saat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat pada Februari 2016 lalu. "Dari sisi kesehatan, LGBT itu masalah kejiwaan. Beda dengan gangguan kejiwaan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa berinteraksi".
LBGT ini tergolong sebagai masalah kejiwaan seperti yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek saat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat pada Februari 2016 lalu. "Dari sisi kesehatan, LGBT itu masalah kejiwaan. Beda dengan gangguan kejiwaan, kalau gangguan mereka yang tergabung di dalamnya tidak bisa berinteraksi".
Faktor Penyebab LGBT
- Faktor Lingkungan
- Faktor Keluarga
- Faktor Genetik
- Faktor Kejiwaan
Bahaya LGBT
a. Kanker anal atau dubur
Para gay melakukan hubungan sek anal sehingga mereka memiliki resiko tinggi terkena penyakit kanker anal.
b. Kanker mulut
Kebiasaan melakukan oral seks bisa menyebabkan kanker mulut. Sebab, faktanya rokok bukanlah satu-satunya penyebab kanker mulut terjadi. Hal ini sesuai dengan studi di New England Journal of Medicine yang dimuat di situs Dallasvoice.
c. Meningitis
Meningitis atau radang selaput otak terjadi karena infeksi mikroorganisme, kanker, penyalahgunaan obat-obatan tertentu dan mengalami peradangan tubuh. Namun, hal lain diungkapkan dalam tulisan di DetikHealth bahwa meningitis terjadi karena penularan hubungan seks yang dilakukan oleh LGBT.
d. HIV/AIDS
Umumnya, para LGBT memiliki gaya hidup seks bebas dengan banyak orang sehingga kecenderungan terkena virus HIV/ AIDS sangat tinggi.
e. Dampak Pendidikan
Selain berdampak pada kesehatan, LGBT juga mempengaruhi pendidikan seseorang. Sebab faktanya, seorang LGBT memiliki permasalahan putus sekolah 5 kali lebih besar dibandingkan dengan siswi atau siswa normal.
f. Dampak keamanan
Adanya LGBT ini menyebabkan terjadinya pelecehan seksual terjadi di mana-mana. Bahkan, banyak kasus yang mana pelecehan tersebut terjadi pada anak-anak.
Karena dampak LGBT sangat mengerikan, sebaiknya ada upaya untuk mencegah timbulnya LGBT. Caranya antara lain sebagai berikut ini:
1. Menjaga pergaulan
2. Menutup segala celah pornografi misalnya dari gadget. Orang tua harus aktif dalam hal ini.
3. Diadakan kajian atau seminar mengenai bahaya LGBT di sekolah-sekolah
4. Adanya undang-undang yang melarang adanya LGBT sehingga hal ini tidak menyebar semakin parah.
5. Diadakan penyuluhan keagamaan mengenai LGBT yang menyimpang dari aturan agama.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar